Kepala UPTD

Nama                       : M. Sigit Widiyanto, S.Hut

 

SAMBUTAN KEPALA UPT BP3K WILAYAH V

 

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (SP3K), Pasal 8 ayat (2) huruf d dan Pasal 15 mengamanatkan bahwa UPT Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan (BP4) memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembangunan pertanian dalam arti luas. Balai Penyuluhan sebagai tempat satuan administrasi pangkal (satminkal) bagi penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan ini berperan mengkoordinasikan, mensinergikan dan menyelaraskan kegiatan-kegiatan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di wilayah kerjanya.

Perubahan atas pola pikir dan perilaku pelaku utama dan pelaku usaha, persaingan pasar regional dan pasar global, fenomena perubahan iklim, kebutuhan akan kelembagaan ekonomi perdesaan yang tangguh dan mandiri serta tuntutan penyuluh yang profesional berimplikasi  terhadap tuntutan pelayanan prima dalam penyediaan jasa pendidikan melalui penyuluhan dan penyediaan informasi yang diperlukan pelaku utama dan pelaku usaha khususnya pada sektor pertanian, perikanan dan kehutanan

Perencanaan adalah suatu proses pengambilan keputusan yang berdasarkan fakta, mengenai kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dan tercapainya tujuan yang diharapkan atau yang dikehendaki.

Perencanaan Pembangunan yang baik dan benar tidak bisa lepas dari data yang baik, benar dan lengkap. Identifikasi/pengumpulan data potensi lapang yang yang jelas, detail dan lengkap akan memudahkan kita untuk menyusun rencana kegiatan yang komprehensif dan layak dilaksanakan.

Perencanaan yang tidak  mendasarkan pada data yang  lengkap dan benar, tidak akan menghasilkan perencanaan yang benar yang berakibat pada merencanakan kegagalan itu sendiri.

UPT BP4 Wilayah V yang memiliki 2 wilayah kecamatan binaan, memiliki karakter, kontur, dan kesuburan lahan yang sangat beragam, mulai dari wilayah dengan kelerengan yang cukup tinggi > 45° hingga lahan yang datar dengan ketinggian yang juga variatif. Tingat kesuburan, ketersediaan air sepanjang tahun, tingkat sdm yang juga variatif turut menjadi dasar  pertimbangan tersendiri di dalam penyusunan programa penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan.

Kondisi ini tentunya perlu perencanaan yang matang untuk memanfaatkannya. Ada wilayah yang diperuntukkan sebagai wilayah tangkapan air (water catcmen area), ada lahan budidaya, juga ada lahan untuk pengembangan infrastruktur kewilayahan. Sepanjang tetap memperhatikan dan atau tidak merubah fungsi-fungsi ini penggunaan lahan untuk budidaya dan pengembangan infrastruktur pada lahan tangkapan air tentunya juga tetap dimungkinkan asal dilaksanakan dengan bijaksana dan tetap mempertimbangkan kemampuan tanah untuk meresapkan air.

Dengan segala kemampuan yang ada, Tim Kerja  UPT BP3K Wilayah V, berusaha untuk menggali setiap potensi yang memungkinkan untuk dikembangkan di wilayah Kerja kami dalam bentuk Profil Balai Penyuluhan Pertanian, Pangan, dan Perikanan (BP4)  Kabupaten Sleman Tahun 2017 ini.  Semoga profil yang kami sajikan ini bisa dimanfaatkan oleh semua stakeholders yang bermaksud untuk melakukan investasi di bidang Pertanian, Pangan, dan Perikanan di wilayah Pakem dan Turi.